Kota Pariaman – Anggota Komisi VI DPR RI dari FPKS, Hj. Nevi Zuairina berjumpa dengan komunitas insan pendidikan mulai dari pimpinan sekolah dan guru se-Pariaman, dan juga anak murid SMA negeri 3 Pariaman, Nagari Sikabu, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman pada 09 Maret 2020.
Nevi berbicara kepada seluruh audiens dengan penekanan betapa pentingnya pendidikan sebagai investasi penting untuk masa depan bangsa. Investasi pendidikan ini merupakan investasi SDM (Sumber Daya Manusia) yang tidak dapat terhitung hasilnya karena merupakan benteng besar dalam menghadapi dinamika pergolakan zaman yang serba dinamis dan cepat berubah.
“Guru merupakan pahlawan mulia yang tempatnya tidak akan pernah tergantikan dalam pembangunan bangsa dan negara. Kesadaran perlu dibangun kepada seluruh elemen bangsa, bahwa semua pihak mesti memahami akan dedikasi para pendidik. Merupakan sebuah kebanggaan besar, bahwa tenaga pendidik yang dimiliki negeri ini, merupakan para pahlawan bangsa yang tidak pernah usang ditelan zaman”, ucap Nevi dengan lantang.
Nevi menghimbau, bahwa tenaga pendidik harus mampu beradaptasi dengan perkembangan metode pendidikan. Rasa aman dan nyaman mesti dapat dirasakan oleh anak didik yang bersumber dari guru-guru yang membimbing dan mendampingi dalam setiap proses belajar mengajar.
“Perlu kita hilangkan, stigma “guru killer” di lingkungan pendidikan. Murid hormat dengan guru, sedangkan guru sayang dengan murid. Inilah sumber kecerdasan emosional yang akan di bangun yang diawali dengan merasa dekatnya murid dengan para gurunya”
Hj. Nevi Zuairina, Anggota DPR RI Dapil Sumbar
Politisi PKS ini melanjutkan, bahwa untuk memperkuat karakter anak didik dan mental berakhlaq mulia, perlu digalakkan program “kembali ke masjid”. Pentingnya intensitas berinteraksi dengan masjid, sangat perlu di ditanamkan kepada murid-murid dalam rangka memperkuat pendidikan karakter.
“Saat ini, dunia banyak berubah. Era dunia masuk pada zaman dan generasi milenial. Fenomena yang terjadi adalah, setiap Sumber daya manusia yang ada akan memiliki kebiasaan dan kecanggihan berpikir untuk dapat selalu selalu up to date mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Oleh karena itu, guru-guru perlu dapat menyeimbangkan pola dan cara berpikir generasi milenial ini sehingga tidak ada gap atau kesenjangan dalam masalah transfer ilmu dan adab”, tutup Nevi Zuairina
Hj. Nevi Zuairina
Anggota DPR RI Komisi VI FPKS
Daerah Pemilihan Sumatera Barat II
www.nevizuairina.id






