Pasaman Barat– Legislator asal Sumatera Barat, Hj. Nevi Zuairina melakukan peresmian “Komunitas Rajut Ummi Sholeha” yang dilakukan di dapilnya Kaplingan Jorong Bandarejo, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman pada 10 Maret 2020. Ia menekankan bahwa point besar untuk dapat beradaptasi pada era saat ini adalah berpartisipasi pada pengembangan dalam menghadapi era industri 4.0.
Peresmian komunitas rajut yang dilakukan anggota DPR komisi IV ini turut dihadiri oleh beberapa pejabat kabupaten Pasaman barat. Sinergitas dan kerjasama yang baik untuk mendukung kegiatan positif masyarakat ini mendapat apresiasi seluruh pihak termasuk masyarakat pelaku industri kecil menengah di daerah Pasaman Barat.
“Saya berharap, dengan adanya komunitas rajut di Pasaman Barat ini, akan membangun sebuah cita-cita bersama untuk kemajuan daerah. Sehingga, bila seluruh pihak memiliki sikap dalam visi dan misi yang sama, maka akan terjadi akselerasi dalam pembangunan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat”
Hj. Nevi Zuairina, Anggota DPR RI
Politisi PKS yang kerap disapa dengan Bundo Nevi ini menekankan bahwa seluruh masyarakat terutama pelaku usaha, harus menyerap dan mengaplikasikan kemajuan teknologi yang berdampak luas terhadap kehidupan kita. Sehingga, ada kondisi yang membuat kita semua mampu untuk dapat beradaptasi dan berkolaborasi dengan teknologi tersebut.
Bundo Nevi menyampaikan, bahwa Komunitas perlu memberi dampak positif kepada pembinaan dan pengembangan masyarakat untuk menjadi lebih produktif. Ketika pembinaan dan pengembangan sudah berlangsung secara intensif di masyarakat, maka kedepan, komunitas seperti komunitas rajut ini akan menjadi banyak karena cenderung memiliki kegiatan yang sangat positif.
Anggota DPR yang juga Ketua Forum UMKM Sumbar ini menghimbau pada seluruh anggota Komunitas untuk dapat memaksimalkan semua potensi yang ada. Yang ia maksud potensi-potinsi itu antara lain seperti akses bantuan modal dan jaringan pemasaran. Oleh sebab itu, komunitas rajut harus terus dikembangkan dan mulai meluaskan dampaknya kepada masyarakat Pasaman pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
“Komunitas produktif yang muncul di tiap-tiap daerah Sumatera Barat, perlu mempersiapkan diri baik secara sistem maupun pola organisasinya. Persiapan yang perlu diperhitungkan salah satunya adalah pengembangan komunitas berbasis teknologi. Selain itu, dalam pengelolaan komunitas, pastikan memenuhi semua syarat agar dapat terbangun sinergitas denga pihak lainnya, seperti pemerintah dan NGO lainnya”, jelas Nevi
Hj. Nevi Zuairina
Anggota DPR RI Komisi VI FPKS
Daerah Pemilihan Sumatera Barat II
www.nevizuairina.id




