SIMPANG AMPEK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ny. Nevi Zuairina meminta lulusan Pondok Pesantren Darul Ulum tingkat SMK yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah untuk membuka wirausaha.
Enam bulan setelah membuka usaha, ia akan membantu modal usaha.
“Saya minta 10 orang, lulusan SMK Darul Ulum yang tidak melanjutkan kuliah untuk buka usaha. Syaratnya usaha sudah berjalan selama minimal Enam bulan. Setelah enam bulan kemudian, proposal dapat di ajukan. Saya akan mengupayakan program dari kementerian Koperasi dan UKM, Rp 10 juta untuk wirausahawan baru,” kata Nevi Zuairina saat hadir di Ponpes Darul Ulum, Muaro Kiawai, Selasa (10/3) pada acara Isra Mi’raj yang diselenggarakan sekolah tersebut.
Katanya, lulusan SMK memiliki keahlian khusus sehingga kerja dan karyanya sudah ditunggu-tunggu masyarakat.
“Lulusan SMK itu kan punya keahlian khusus, mereka punya kemampuan lebih. Saya mendorong mereka untuk menjadi wirausahawan, karena kerja dan karya-karya mereka sudah ditunggu masyarakat”
Hj. Nevi Zuairina, Anggota DPR RI
Nevi menuturkan berbagai usaha bisa dibuka lulusan SMK. Misalnya bengkel mobil, sepeda motor, las, elektronik dan lain-lain. Untuk itu, wiraswasta merupakan salah satu pekerjaan yang cocok untuk lulusan SMK.
Ia siap bekerjasama dengan pihak-pihak pemerintah untuk menampung jika lulusan SMK memiliki ide dan gagasan berwiraswasta. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan keahlian khusus yang dimiliki oleh para lulusan SMK.
Pimpinan Ponpes Darul Ulum, Buya A. Sarmin Lubis mengatakan lulusan SMK Darul Ulum dipersiapkan untuk mampu membuka usaha yang kreatif dan mandiri.
“Ada sekitar 115 siswa SMK Darul Ulum saat ini,” katanya.






