Jakarta — Anggota DPR Komisi VI, Nevi Zuairina pada RDPU Komisi VI dengan BUMN transportasi Udara meminta secara khusus kepada para direksi pengelola perusahaan plat merah ini untuk menjadikan kepuasan para pengguna pada taraf penanaman kesan yang baik dan akan selalu di ingat dikemudian hari. Intinya pengalaman para pengguna transportasi dan bandara milik perusahaan pemerintah mesti berkesan dan teringat selalu sepanjang hidup para penggunanya.
“Saya mohon kepada pihak manajemen BUMN transportasi udara, agar memperhatikan kenyamanan bandara secara rata di seluruh wilayah Indonesia. Mestinya standardnya sama semua untuk setiap bandara seperti Bandara terminal III, minimal dari sisi kebersihan dan keindahannya. Masalah besar atau kecil ukuran bandara itu relatif”, ucap Nevi.
Rapat yang menghadirkan 5 perusahaan transportasi udara dan pengelola Bandara ini banyak hal masukan yang baik untuk ditindaklanjuti manajemen. Dihadirkan pada RDPU itu antara lain PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), Perum Lembaga Penyelenggaraan Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) Tbk.
“Saya meminta kepada pihak manajemen perusahaan transportasi udara, untuk menjelaskan isyu pelayanan bandara terhadap maskapai swasta lebih tinggi dibandingkan Garuda yang merupakan BUMN. Fenomena ini tidak tampak secara detail, tapi dapat dirasakan bagi siapa saja yang mencoba memperhatikan kondisi di bandara-bandara”, tanya nevi pada rapat tersebut.
Selain itu, lanjut Nevi, saat ini beberapa rute ke luar negeri sering buka tutup. Ini menunjukkan ketidak stabilan dalam pengelolaan sehingga terkesan tidak niat. Ditambah lagi, harga tiket pesawat Garuda sangat tinggi sehingga memberi dampak sedikit banyak kepada sektor pariwisata. Hal lain yang ia soroti adalah perencanaan rute Padang-Jeddah dimana Garuda Indonesia tidak ada rute tersebut padahal salah satu maskapai swasta ada.
Nevi mengatakan, para pengguna jasa layanan angkutan udara, selama ini akan memasrahkan keselamatannya kepada pengelola transportasi udara. Penekanan persoalan keselamatan penumpang ini mesti menjadi nomor satu dan bila memungkinkan, Garuda perlu menempatkan diri menjadi maskapai yang paling aman di dunia. Perlu ada prestasi yang sangat menonjol terutama pada persoalan keselamatan penumpang sehingga dunia dapat melihat maskapai penerbangan kita menjadi andalan untuk digunakan.
Legislator PKS ini menjelaskan, bahwa kini, sepanjang tahun 2018-2019, peringkat Garuda Indonesia di dunia penerbangan mengalami penurunan. World Airline Awards dari Skytrax menempatkan kru kabin Garuda Indonesia pada posisi kedua dalam kategori World’s Best Cabin Crew. Posisi ini turun satu peringkat dari tahun sebelumnya. Selain itu, Garuda Indonesia juga turun peringkat pada kategori World’s Best Economy Class Airlines di posisi 11 setelah pada tahun lalu berada pada posisi 7.
Politisi PKS ini menerangkan, bahwa semua BUMN Transportasi dan pengelola bandara selain mampu menghasilkan keuntungan yang baik untuk penambahan pemasukan negara, juga perlu memperhatikan kinerja terutama persoalan inovasi yang menjawab tantangan perkembangan zaman. Pelayanan kepada pelanggan harus memiliki kualitas yang sama. Bila perlu, untuk masyarakat beridentitas Indonesia, mesti mendapat pelayanan yang lebih baik.
“Saya minta agar Seluruh BUMN transportasi tidak hanya garuda, dan pengelola bandara melakukan evaluasi total dari berbagai aspek khususnya pelayanan dan keselamatan pelanggan. Peningkatan kinerja dan upaya peningkatan sumbangsih untuk negara merupakan prioritas. Kita semua bekerja untuk mengabdi kepada negara”, ujar Legislator Sumbar II ini.
Hj. Nevi Zuairina
Anggota DPR RI Komisi VI FPKS
Daerah Pemilihan Sumatera Barat II
www.nevizuairina.id
HP: 08197516187