JAKARTA — Rapat Badan Anggaran DPR RI dengan Bahasan Laporan Realisasi Semester I dan Prognosis Semester II Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2023, Kehadiran Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Hj. Nevi Zuairina mengingatkan akan dampak besar harga energi dan pangan yang berpengaruh kepada APBN.
Nevi mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada semester I 2023 masih ditopang oleh tingginya harga komoditas unggulan. Ia mengingatkan, pada Semester II perlu diantisipasi mulai turunnya harga beberapa komoditas unggulan dan masih melambatnya pertumbuhan ekonomi beberapa negara maju.
“Pertumbuhan 5% tidak cukup untuk menekan isu kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang kekuatan konsumsi rumah tangga yang bergantung pergerakan inflasi,” tutur Nevi.
Politisi PKS ini menambahkan, bahwa kontribusi belanja pemerintah masih rendah di tengah-tengah kebutuhan stimulus perekonomian. Menurutnya, investasi langsung terlaksana lambat karena kompleksitas iklim berusaha dan ekspor bergantung pada kenaikan harga komoditas.
Anggota DPR Komisi VI ini mengkritisi akan belanja negara yang baru mencapai realisasi 41% dan realisasi pembiayaan anggaran yang baru mencapai 22,6%. Ia berpendapat, meski lebih baik dari pada rentang waktu yang sama pada tahun sebelumnya, untuk tantangan tahun ini sangat berdampak kepada tidak optimalnya program pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat.
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Februari 2023, Nevi memaparkan akan angka angkatan kerja sudah mencapai 60,12%. Sedangkan pekerja formal hanya 39,88%. Ini meningkat drastis dari catatan Februari 2020 yang pekerja informal hanya sebesar 56,64% sedangkan pekerja formal 43,36%.
“Membesarnya jumlah pekerja informal pada saat ini membuat pendapatan masyarakat semakin tidak pasti dan tidak berkualitas,” ungkap Nevi.
Legislator asal Sumatera Barat II ini melanjutkan, kenaikan harga komoditas yang cukup tinggi terutama pangan dan energi telah mempengaruhi kinerja berbagai korporasi. Untuk itu saya mengingatkan, kebijakan APBN kita mesti mampu menjaga daya beli masyarakat
Harga-harga sektor pangan dan energi yang kemungkinan dapat berdampak pada APBN mesti dapat diantisipasi dengan baik. Pemerintah mesti mempersiapkan rencana cadangan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi pada Semester II ketika penurunan harga komoditas tidak mampu diatasi.
Hj. Nevi Zuairina
Anggota DPR RI Komisi VI FPKS
Daerah Pemilihan Sumatera Barat II
www.nevizuairina.id